Media & Articles

Mid Drive vs Hub Motor

Mid Drive vs Hub Motor

Salah satu cara untuk bisa mendapatkan pengalaman bersepeda elektrik adalah dengan menggunakan ebike kit atau electric bike conversion kit Dengan alat ini, sepeda yang kita telah miliki bisa di gunakan sebagai sepeda elektrik. Keunggulannya adalah ebike kit relative lebih mudah di pasangkan kepada sepeda, kita bias tetap menggunakan sepeda kesayangan yang di miliki, dan bahkan dengan peralatan yang memadai bisa di lakukan sendiri (DIY) .

Secara umum dan dari sisi kepopuleran, ebike kit terbagi dua jenis, yaitu model Hub Motor dan Mid Drive Motor ini memiliki keunggulan masing-masing dari berbagai macam aspek.

Artikel ini kami sajikan untuk memberikan tambahan pengetahuan akan dua tipe ebike kit tersebut bagi masyarakat umum dan peminat sepeda elektrik khususnya. Tulisan ini berdasarkan berbagai sumber tulisan dan tentunya berdasarkan pengalaman kami selama 3 tahun memasangkan ratusan ebike kit ke berbagai macam tipe sepeda.

Hub Motor

Tipe ini merupakan tipe ebike kit yang sangat populer. Tersedia untuk penggerak roda depan atau pun belakang. Untuk tipe roda depan, di perlukan jarak sumbu minimal 100 mm untuk bisa di pasangkan hub motor. Sementara tipe motor belakang, membutuhkan jarak dropout 137 – 140 mm. Motor belakang tersedia untuk tipe ulir (sampaidengan 7 speed) dan cassette (sampaidengan 9 speed). Dari sisi power, motor tipe ini tersedia dalam dalam berbagai rated power mulai dari 250W.

Keunggulan:

  1. Ekonomis–Harga untuk tipe motor ini relative lebih murah khususnya di bandingkan dengan tipe mid-drive.
  2. Motor depan memiliki keunggulan kemudahan dalam pemasangan, tanpa harus melepas komponen di roda belakang dan tipe roda depan ini bisa di gunakan kehampir semua tipe
  3. Tidak menyebabkan keausan lebih cepat terhadap komponen drive train sepeda di banding tipe Mid Drive.

Kelemahan:

  1. Beberapa pengendara kurang menyukai “tarikan” dari motor depan, dimana hal ini tidak terjadi dengan motor belakang
  2. Ada kecenderungan motor depan untuk “spin” khusus-nya di jalan yang licin atau Untuk itu motor depan biasanya di batasi hanya motor dengan rated power yang kecil.
  3. Motor depan kurang cocok untuk penggunaan di area dengan tanjakan curam dan panjang
  4. Penempatan motor belakang sedikit lebih rumit karena ada-nya drive train di roda belakang
  5. Membutuhkan tipe roda belakang yang berbeda untuk gear dg 7 speed (thread/ulir) dan cassette (sprocket)

Mid Drive

Bisa di sebut sebagai pendatang baru, teknologi Mid Drive semakin bisa di terima oleh pengguna sepeda elektrik. Prinsip kerja-nya sama dengan motor bensin yang umum kita ketahui yaitu menggerakan roda belakang melalui rantai.

Keunggulan:

  1. Tipe motor ini merupakan paling cocok di gunakan untuk medan yang memiliki banyak tanjakan curam dan
  2. Penempatan motor di crank, memberikan titik berat di tengah dan memudahkan handling sepeda.
  3. Pemasangan tidak memerlukan wheel building baik depan maupun
  4. Integrated controller dalam mid drive sehingga menghemat tempat dalam Berbeda dengan hub motor dengan controller terpisah.
  5. Torsi yang lebih besar di bandingkan dengan hub motor.

Kelemahan:

  1. Harga yang masih relative mahal di bandingkan hub motor.
  2. Dengan menggerakkan drive train sepeda, akan menyebabkan ke-ausan lebih cepat pada komponen tersebut khususnya rantai sepeda
  3. Front derailleur pada sepeda tidak berfungsi karena Mid Drive sudah menggunakan single chain ring.

Ready to start your journey?

Book for a Test Ride Now